Minggu, 12 Januari 2014

Tugas M2 ( Etika Profesi Akuntansi )

Nama : Santi Santini
NPM  : 26210362
Kelas : 4EB20
Tugas : M2

Pelanggaran Kode Etik Yang Terjadi Disekitar Kita

Rabu, 8 Januari 2014

Hari ini aku pergi bersama temen ku ke kampusnya yang berada di Jakarta karena ada keperluan. Saat sampai di kampus suasananya agak sedikit berbeda dengan kampusku. Satu per satu anak tangga aku lalui untuk mencapai ruang perpustakaan yang berada diatas tepatnya di lantai 3, aku kaget melihat kepulan asap rokok yang ada di depan kelas-kelas dilantai 3 ternyata masih banyak mahasiswa yang merokok di dalam gedung, padahal larangan akan merokok sudah terpampang jelas di dinding tapi mereka semua tidak menghiraukan. Sungguh pemandangan yang tidak menyenagkan pagi ini aku hanya bisa diam melihatnya.

Kamis, 9 Januari 2014

Hari ini adalah hari libur aku kuliah, dan pagi-pagi sekali aku mengantar mamahku ke sekolahannya untuk mengajar karena mamahku seorang guru.Aku berangkat pukul 06.00 pagi dalam situasi jalan raya sudah ramai akan orang-orang yang ingin pergi kekantor dan melakukan aktifitas lainnya. Saat aku sedang mengendarai motor di jalan ada sebuah kecelakaan di jalur perlintasan busway, ada seorang terserempet busway. Aku mengira supir busway lah yang salah karena sudah banyak kecelakan karena busway yang terjadi, ternyata dugaan ku salah, orang itulah yang menyebrang di perlintasan busway tanpa melihat kanan kiri dulu dan tersambarlah dia oleh busway itu. Padahal disana sudah ada ada jembatan penyebrangan khusus pejalan kaki, tetapi dia malah menyebrang di tempat yang salah hingga membuat dia terserempet busway.

Jum’at, 10 Januari 2014

Hari jum’at seperti biasa aku ada jadwal pagi di kampus kalimas, pukul 08.00 saya berangkat dari rumah menggunakan motor saat diperjalan menuju kampus aku melihat pengendara motor di depan ku sedang mengedarai motor sambil menggunakan handphone, menggunakan handphone / Telepon genggam saat berkendara sangat-sangat berbahaya. Disamping berbahaya untuk diri sendiri, juga berbahaya untuk orang lain. Karena menggunakan telepon genggam saat berkendara dapat mengganggu konsentrasi berkendara, sehingga sangat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Dan sesampai aku di kampus ternyata dosennya belum datang dan masih banyak mahasiswa yang belum datang, kelas masih sepi hanya beberapa mahasiswa yang sudah dateng, tidak lama aku sampe di kelas dosennya masuk ke kelas dan kelas keadaannya masih sepi saat pelajaran dimulai banyak mahasiswa yang datang terlambat dan itu sangat tidak kondusif untuk belajar.  

Sabtu, 11 Januari 2014


Hari sabtu aku ada jadwal lab pukul 15.30, hari itu aku bareng teman ku naik motor ke kampus saat itu jalanan kalimalang macet sekali. Dan aku berpikir untuk memotong jalan dari rumahku menuju kampus. Saat aku sampai di lampu merah aku melihat banyak sekali kendaraan yang tidak sabar ingin dulu-duluan jalan, saat lampu menunjukan lampu hijau aku berjalan maju agar tidak menambah kemacetan, lalu ada sebuah mobil didepan ku yang dari berlawanan arah yang ingin maju dan aku terjebak tidak bias berjalan. Pengendara dibelakangku membunyikan klakson agar mobil di depan ku mengalah dan memberi jalan, karena sudah kesal pengendara motor dibelakangku marah dan memukul mobil tersebut lalu merah ceok mulut, dan akhirnya pengendara mobil itu mengalah dan memberi jalan. Aku melanjutkan perjalanan ku ke kampus dan terjadi kemacetan lagi ternyata karena angkot-angkot yang menurunkan penumpang dan berhenti sembarang, dan juga banyak mobil” yang memakirkan mobilnya di pinggir jalan. Semua adalah kenyataan pelanggaran kode etika yang aku lihat hari ini.

Senin, 25 November 2013

TULISAN 5

Nama    : Santi Santini
Npm      : 26210362
Kelas     : 4EB20

Ekonomi Kreatif


Ekonomi Kreatif adalah sebuah konsep yang menempatkan kreativitas dan pengetahuan sebagai aset utama dalam menggerakkan ekonomi. Konsep ini telah memicu ketertarikan berbagai negara untuk melakukan kajian seputar Ekonomi Kreatif dan menjadikan Ekonomi Kreatif model utama pengembangan ekonomi. 
Di Indonesia, dalam Cetak Biru Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional 2009-2015 (2008) Ekonomi Kreatif didefinisikan sebagai berikut: 
“Era baru ekonomi setelah ekonomi pertanian, ekonomi industri, dan ekonomi informasi, yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.”
Definisi Industri Kreatif di Indonesia seperti yang tertulis dalam Cetak Biru Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional 2009-2015 (2008) adalah: 
“Industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.“
Dapat disimpulkan bahwa Ekonomi Kreatif dalam hubungannya dengan Industri Kreatif adalah kegiatan ekonomi yang mencakup industri dengan kreativitas sumber daya manusia sebagai aset utama untuk menciptakan nilai tambah ekonomi. 
Mengingat peran ekonomi kreatif yang semakin meningkat bagi perekonomian suatu wilayah, utamanya terhadap pengembangan ekonomi berbasis UMKM, maka tidaklah berlebihan bila semakin banyak kota yang menjadikan ekonomi kreatif sebagai ujung tombak dan katalisator pengembangan ekonomi daerahnya, Untuk menjadi pemenang di tengah persaingan yang semakin ketat, menurut Florida (The Rise of Creative Class), kota-kota, daerah, dan provinsi harus lebih menumbuhkan "iklim orang-orang." Yang dimotori oleh kaum muda, dengan semangat inovasi dan kreatifitas, mampu berperan layaknya Midas Touch, memoles sesuatu yang “biasa” menjadi “luar biasa”. 
Pemilihan strategi kebijakan mengembangkan ekonomi kreatif di tengah pelambatan pertumbuhan ekonomi global, ini bukan tanpa alasan, kontribusi sektor ekonomi kreatif terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, di mana pada 2010 mencapai Rp 472,8 triliun dan mampu menyerap 11,49 tenaga kerja dan pada 2011 naik menjadi Rp 526 triliun dengan serapan 11,51 juta tenaga kerja.
Tahun ini angka itu ditargetkan terdongkrak menjadi Rp573,4 triliun dengan serapan 11,57 juta tenaga kerja. 
Pengembangan ekonomi kreatif akan sangat berperan dalam mengembangkan job creation, mengingat besarnya potensi ekonomi kreatif yang dimiliki Indonesia, dengan lebih dari 300 suku bangsa. Dari sisi demografi penduduk usia muda yang mencapai 43% menjadi modal plus yang kita miliki, karena kreatifitas sangat dekat dengan kaum muda. Pengembangan ekonomi kreatif juga akan berdampak langsung bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah, mengingat sektor ekonomi kreatif, sebagian besar digerakkan oleh pelaku UMKM dan sangat potensial menjadi kekuatan dashyat untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju, oleh karena itu menjadi jelaslah bahwa ekonomi kreatif perlu dijadikan sebagai salah satu sektor yang harus didorong perkembangannya. 
Besarnya potensi pengembangan ekonomi kreatif yang dimiliki Indonesia, dengan karunia Tuhan akan kekayaan dan keragaman budaya, keindahan geografis wilayah serta sumber daya manusia kaum muda yang indentik dengan dunia kreatif, perlu ditransformasikan menjadikan kekuatan ekonomi baru, bagi peningkatan daya saing dan nilai tambah ekonomi sehingga dapat berkonstribusi bagi peningkatan kesejahteraan rakyat sebagaimana cita-cita didirikannya suatu negara. 

sumber :
http://setkab.go.id/artikel-6693-.html


TULISAN 4

Nama  : Santi Santini

NPM   : 26210362

Kelas   : 4EB20

 

Kunci Sukses Berwirausaha ala Chairul Tanjung



Siapa sangka, seorang yang lahir dalam keluarga yang kurang mampu bisa sukses menjadi miliyarder. Ingin sukses seperti beliau? Berikut ini Kunci Sukses Berwirausaha ala Chairul Tanjung.

1. Sukses adalah Hak setiap orang.
"Mau dari keluarga kaya, kurang mampu, Sukses itu hak milik setiap orang “, ulang beliau menekankan.”Tetapi bersyukurlah kalau anda berasal dari keluarga yang mampu, nah, kebetulan saya berasal dari keluarga yang kurang mampu, saya katakan kurang mampu karena “saya enggak punya pilihan” terlahir dari keluarga seperti apa.”

2. Sukses adalah sebuah Komitmen.

Memang terdengar sederhana tapi sulit dilakukan. Berwirausaha tanpa sebuah komitmen adalah omong kosong. Berikut 3 Komitmen dasar yang harus anda miliki agar sukses berwirausaha.Komitmen untuk disiplin, Komitmen untuk belajar dan Komitmen untuk menerapkan rencana

3. Sukses adalah Proses.

Tidak ada yang instans dalam hidup ini, semua butuh proses. Berapapun uang yang anda dapat tidak menjadi masalah, yang penting adalah berhasil. Mendapatkan uang Rp.10,000.00 (sepuluh ribu) dari penghasilan pertama jauh lebih sulit dari pada mendapat 1 milyar dari penghasilan kedua. Cari sepuluh ribu itu susahnya setengah mati. Kenapa setengah mati? karena kita memperolehnya dari jerih payah kita sendiri dari keringat sendiri.


 4. Sukses adalah Kebiasaan.

Semua yang terjadi pada hidup ini tidak terlepas dari apa yang terjadi dari masa lalu. Semua yang terjadi pada masa lalu mempunyai pengaruh besar terhadap masa depan kita. Karena itulah, kita harus hadapi proses dan kuat terhadap tekanan
Sumber : http://bloggerinspiratif.blogspot.com


TULISAN 3

Nama  : Santi Santini

NPM   : 26210362

Kelas  : 4EB20

 

7 Langkah Untuk Membangun Kepemimpinan Yang Efektif


Sebuah perusahaan adalah kumpulan orang-orang yang bekerja untuk tujuan yang sama, dan seorang pemimpin mutlak dibutuhkan untuk menetapkan tujuan tersebut. Pertumbuhan sebuah bisnis hanya bisa dicapai berkat waktu dan talenta yang dicurahkan oleh orang-orang di dalamnya. Untuk bisa mengenali, menarik, mengisi posisi serta mempertahankan talenta kepemimpinan usaha, perusahaan-perusahaan memerlukan program pengembangan kepemimpinan yang berfokus pada strategi hiring, pengembangan diri karyawan, serta perencanaan jenjang karir.
Dewasa ini, perusahaan menghadapi berbagai tantangan dalam mencari dan mengembangkan pemimpin-pemimpin yang unggul. Mereka harus mengenali kandidat-kandidat yang memenuhi syarat untuk mengisi peran sebagai seorang pemimpin baik pada masa kini dan masa yang akan datang, selain itu mereka harus mengembangkan suatu program kepemimpinan yang komprehensif untuk memupuk dan mengembangkan diri para pemimpin masa depan ini.
Dahulu, pengembangan kepemimpinan hanya dikhususkan pada beberapa individu saja dalam sebuah organisasi. Sistem generasi pertama yang bertugas mendukung pengembangan kepemimpinan ini masih tersekat-sekat, sulit untuk dipelajari dan tidak umum digunakan. Perusahaan membutuhkan sebuah cara yang bisa mendukung sistem untuk bisa menggabungkan metode seleksi para pemimpin, menjalankan berbagai program untuk mengembangkan keahlian, sekaligus mengukur tingkat keberhasilan program-program tersebut.
Teknologi masa kini bisa dipasang dan diterapkan pada seluruh bagian perusahaan dan diperluas hingga menjangkau seluruh tingkat pekerjaan di dalamnya. Dengan penerapan semacam ini, pengembangan sumberdaya manusia menjadi hal yang dijalankan pada seluruh tim manajemen di perusahaan dan bukan menjadi tugas departemen HR saja. Dengan menggunakan platformteknologi yang terintegrasi, departemen HR bisa melacak dan menjalankan program secara efektif di seluruh bagian perusahaan. Dengan sistem teknologi yang tepat, HR bisa menjadi tokoh panutan dalam mensosialisasikan mandat pimpinan perusahaan/CEO yaitu melakukan lebih banyak hal dengan usaha yang lebih sedikit.

Elemen-elemen dari Program Pengembangan Kepemimpinan
Fungsi-fungsi utama dari pengelolaan talenta memiliki peran yang penting dalam program pengembangan kepemimpinan yang komprehensif dan bisa didukung oleh platform teknologi terpadu yang dikhususkan untuk manajemen talenta. Fungsi-fungsi tersebut mencakup rekrutmen, penilaian, manajemen performa, serta perencanaan jenjang karir.
Program pengembangan kepemimpinan yang sukses dimulai dari mensejajarkan pengembangan kepemimpinan itu dengan strategi perusahaan dan pemahaman akan tipe-tipe kepemimpinan yang dibutuhkan untuk bisa menjalankan strategi tersebut.

1. Tentukan Gaya Kepemimpinan Yang Cocok Untuk Perusahaan
Ada banyak sekali teori dan teknik untuk menentukan gaya kepemimpinan yang cocok untuk sebuah organisasi. Ambil contoh, sebuah gaya kepemimpinan yang dibutuhkan oleh kepala keamanan perusahaan pasti jauh berbeda dari gaya kepemimpinan dari direktur museum karya seni. Budaya perusahaan juga mengambil peranan yang penting dalam menentukan gaya kepemimpinan.
Salah satu alasan dari tingginya tingkat kegagalan dari CEO-CEO baru adalah bahwa mereka tidak mampu menyesuaikan diri dengan organisasi yang mereka pimpin. Lebih dari setengahnya tidak mampu melewati masa kerja lebih dari empat tahun. Ada beberapa cara untuk menilai kemampuan pemimpin untuk menyesuaikan diri:
- Kenali mereka lebih jauh. Penilaian psikologis dan perilaku secara statistik terbukti berhubungan secara langsung pada kesuksesan pemimpin di masa yang akan datang.
- Pahami budaya perusahaan secara lebih baik. Tanyakan kepada dewan direksi, karyawan,vendor, konsultan untuk pandangan dan pemikiran mereka mengenai bagaimana kriteria pemimpin yang efektif dalam suatu perusahaan.
Gunakan kedua informasi ini untuk mencari kesesuaian atau ketidakcocokan. Jika ada konflik budaya yang mencolok, maka bersiap-siaplah untuk mencari kandidat yang lebih baik dan memiliki keahlian khusus untuk organisasi Anda.

2. Kenali Pemimpin Yang Sekarang Ada atau Berpotensi Baik di Dalam maupun di Luar Perusahaan
Pemimpin bisa ditemukan dari dalam perusahaan maupun dari luar. Perusahaan harus bisa menimbang biaya serta waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan kepemimpinan internal terhadap biaya dan ketersediaan apabila hendak merekrut dari luar lingkungan perusahaan. Riset membuktikan bahwa salah satu keuntungan mengembangkan pemimpin secara internal adalah bahwa mereka mampu meraih tingkat produktivitas yang dikehendaki 50 persen lebih cepat daripada kandidat dari luar.

3. Kenali Adanya Celah-celah dalam Kepemimpinan
Untuk bisa mengenali celah dalam kepemimpinan, perusahaan harus bisa menentukan hal-hal yang diperlukan dari pemimpin pada saat ini dan masa depan lalu membandingkannya dengan tim pemimpin yang ada pada saat ini. Kemudian lihat alur pengembangan kepemimpinan dan kenali celah dalam keahlian serta waktu yang akan dibutuhkan untuk mengisi celah tersebut, bisa melalui rencana suksesi jabatan atau rekrutmen.

4. Kembangkan Rencana Untuk Suksesi Jabatan untuk Peran-Peran Yang Penting Dalam Perusahaan
Perencanaan suksesi jabatan yang matang bisa menghindari gangguan serta trauma karyawan ketika CEO meninggalkan perusahaan, entah itu diperkirakan sebelumnya atau tidak. Tapi rencana suksesi tidak boleh terbatas pada peran eksekutif saja. Sebagai bagian dari program kepemimpinan, perusahaan harus bisa mengevaluasi peran-peran yang penting di seluruh bagian perusahaan.

5. Kembangkan Tujuan Akhir Perencanaan Karir bagi Pemimpin Yang Potensial
Perusahaan yang mendukung perencanaan karir untuk para karyawannya akan mendapatkan masa retensi, keterlibatan serta perlindungan pada alur kepemimpinan. Menggabungkan pengembangan diri karyawan dengan perencanaan karir mandiri akan memampukan karyawan untuk menelusuri jalur karir potensial dan juga memilih aktivitas pengembangan mana saja yang diperlukan untuk meraihnya.

6. Kembangkan Roadmap Keahlian untuk Para Pemimpin Masa Depan
Apabila karyawan yang berpotensi tinggi sudah dikenali, roadmap keahlian harus disiapkan untuk kepemimpinannya di masa depan. Pada masa kini, program pengembangan diri harus bisa mendukung metode belajar tradisional dan non tradisional, misalnya menerapkan jejaring sosial sebaga alat dalam proses pengembangan tersebut.

7. Buat Program Retensi untuk Pemimpin Yang Sudah Ada dan Potensial di Masa Depan
Mengaitkan upah dengan tingkat kinerja adalah motivator yang baik bagi karyawan, tapi pensejajaran tujuan bisa membantu para pemimpin untuk bisa fokus pada hal-hal yang penting bagi perusahaan. Kenali dan hargai prestasi kerja yang baik, dan tingkatkan bonus berdasarkan kesuksesan dari karyawan itu sendiri dan juga perusahaan.
Retensi kepemimpinan adalah hal yang sangat penting bagi semua organisasi, karena dua alasan: pergantian karyawan adalah hal yang mahal dan kinerja bisnis optimal ditentukan oleh para karyawan yang termotivasi.
Program pengembangan kepemimpinan yang dirancang dengan baik adalah kunci untuk mengenali, menarik, mengisi posisi dan mempertahankan kepemimpinan perusahaan. Penerapan teknologi mutakhir bisa menyediakan platform yang memungkinkan semua hal itu dilakukan, mulai dari rekrutmen, penilaian, manajemen performa, suksesi jabatan dan perencanaan jenjang karir, serta program pengembangan individu.

Praktek pengelolaan talenta yang diimplementasikan bersama dengan penerapan teknologi yang tepat bisa secara efektif mengenali dan mengembangkan pemimpin-pemimpin yang bisa mendorong kinerja bisnis, untuk semua bagian yang ada dalam perusahaan.

TULISAN 2

Nama  : Santi Santini

NPM    : 26210362

Kelas    : 4EB20


MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN


Ada 24 hal praktis untuk meningkatkan kinerja karyawan, yaitu:

1.      Membuat pola pikir yang modern
Tinggalkan cara lama dalam menyelesaikan pekerjaan, seperti mengancam, membujuk, mengintimidasi, menyalahkan, menyerang keperibadian dan sikap karyawan. Gunakan pola pikir modern agar kerberhasilan karyawan lebih optimal dengan memberikan panutan dalam waktu dan usaha, membagi tanggung jawab dengan komunikasi dua arah dan menemukan kebijaksanaan karyawan dengan memanfaatkan pengetahuan, keahlian dan pengalamannya.

2.      Mengenali manfaat
Manajer biasanya melompati proses manajemen kinerja karena belum mengerti manfaatnya. Padahal manajemen kinerja dapat digunakan untuk memastikan bahwa setiap pekerjaan karyawan berkontribusi bagi sasaran kelompok kerja, sehingga dapat mengurangi pengawasan, meningkatkan produktivitas dan tindakan mendokumentasikan masalah maupun penyelesaiannya.

3.      Mengelola kinerja
Penting sekali untuk merencanakan kinerja dan mengkomunikasikannya berdasarkan pengamatan dan pengumpulan data yang dimiliki termasuk rintangan dan hambatan yang telah dan akan dihadapi.

4.      Bekerja bersama karyawan
Jangan biarkan karyawan merasa diperintah dalam bekerja. Anggaplah karyawan sebagai kontributor sejajar dalam proses manajemen kinerja karena mereka adalah peserta aktif dan antusias dalam menjalankan proses kerja sesuai dengan ketentuan yang diinformasikan kepadanya.

5.      Rencanakan secara tepat dengan sasaran jelas
Perencanaan yang tepat dan jelas akan membantu karyawan dalam memahami prioritas pekerjaan penting dan kurang penting.

6.      Satukan sasaran dengan karyawan
Akan sia-sia seluruh proses manajemen kinerja apabila misi kelompok tidak dihubungkan dengan tanggung jawab karyawan. Sebaliknya, pencapaian misi kelompok akan memotivasi karyawan untuk terus-menerus melakukan peningkatan dan di sisi lain, karyawan merasakan kepuasan dalam bekerja.

7.      Tentukan insentif kinerja
Insentif yang berbeda kepada tiap performa karyawan yang berbeda dapat memacu kinerja karyawan menjadi lebih baik. Bentuk insentif dapat berupa bonus, kesempatan mendapat pelatihan, promosi, kenaikan upah dan lain-lain.

8.      Jadilah orang yang mudah ditemui
Komunikasi dua arah dapat mengurangi masalah dan membantu penyelesaian masalah dengan lebih cepat dan tepat sasaran.

9.      Fokuslah pada komunikasi
Selain itu, komunikasi membantu dalam membangun relasi dan motivasi bagi karyawan untuk menciptakan kerja sama yang harmonis.

10.  Lakukan tatap muka
Perkembangan teknologi informasi memang bermanfaat untuk mempercepat dan mempermudah proses pekerjaan, namun jangan sampai interaksi dengan karyawan menjadi berkurang apalagi hilang.

11.  Hindarkan resiko pe(me)ringkat-an
Pemberian peringkat tidak selalu berhubungan dengan perilaku spesifik sehingga akan bersifat subjektif. Oleh karena itu, manajer perlu menjelaskan arti dan memberi pemahaman dari setiap peringkat sebelum pemberian peringkat dilakukan.

12.  Jangan lakukan penggolongan
Penggolongan akan menberikan pengaruh baik dan buruk secara bersamaan kepada karyawan. Sebagian karyawan akan bekerja lebih baik dan sebagian lainnya akan menjadi lebih buruk. Untuk itu perlu menambahkan berbagai unsur dalam penggolongan karywan agar tetap memberikan efek yang positif bagi semua karyawan.

13.  Persiapkan penilaian
Penilaian kinerja karyawan harus dibuat sedetail mungkin agar hasilnya dapat membangkitkan motivasi dan semangat karyawan.

14.  Awali tinjauan secara benar
Walaubagaimanapun, penilaian kinerja karyawan merupakan hal yang tidak menyenangkan. Oleh karena itu, cinpatakan suasana nyaman, aman, dan pemahaman tentang pentingnya penilaian karywan bagi organisasi.

15.  Kenali sebab
Manajer perlu mengenali penyebab kinerja karyawan yang tidak maksimal untuk diselesaikan masalahnya dan dioptimalkan kembali pekerjaanya.

16.  Akui keberhasilan
Penghargaan atas keberhasilan karyawan perlu diperhatikan, diakui, dan dihargai.

17.  Gunakan komunikasi yang kooperatif
Bahasa yang kooperatif akan mengurangi konflik dan perasaan bersalah karyawan dalam melakukan pekerjaan.

18.  Berfokuslah pada perilaku dan hasil
Perilaku karyawan tidak selalu mempengaruhi kinerja karyawan, arahkanlah perilaku karyawan kepada kinerja dan produktivitas.

19.  Perjelas kinerja
Umpan balik perlu diberikan kepada karywan agar karyawan tersebut mengetahui saat-saat kinerjanya baik dan kemudian meningkatknnya.

20.  Perlakukan konflik dengan apik
Jangan menggunakan kekuasaan dalam menyelesaikan konflik dengan bawahan, namun, identifikasilah masalah agar proses pemecahan masalah dapat cepat selesai dan menemukan jalan keluar yang baik.

21.  Gunakan disiplin bertahap
Mendisiplinkan karyawan berarti membuat karyawan bertanggung jawab terhadap segala tindakannya dengan menerapkan konsekuansi secara jelas.

22.  Kinerja dokumen
Dokumentasi kinerja karyawan perlu didokumentasikan baik catatan permasalahan kerja maupun keberhasilannya untuk bahan kajian dan perbaikan bagi karyawan dan atasan.

23.  Kembangkan karyawan
Kembangkanlah karyawan sesuai keahliannya karena keahlian di tempat bekerjapun terus-menerus mengalami perubahan.

24.  Tingkatkan terus sistem kerja
Sistem kerja perlu ditingkatkan dan dimodifikasi sesuai dengan tantangan yang dihadapi selama pekerjaan dilaksanakan.


Sumber : http://www.pustakardok-metro.com

TULISAN 1

Nama    : Santi Santini
Npm      : 26210362
Kelas     : 4EB20

MANFAAT ETIKA BISNIS BAGI PERUSAHAAN

Dewasa ini kalangan bisnis sudah memiliki kesadaran akan pentingnya Etika Bisnis dalam operasi bisnis. Bahkan dalam perkembangannya Etika Bisnis tidak lagi menjadi beban yang terpaksa harus dilaksanakan perusahan melainkan sudah menjadi salah satu strategy pengembangan perusahaan. Karena Tujuan perusahaan dapat didefinisikan sebagai upaya untuk
“memaksimumkan kesejahteraan si pemilik dalam rentang waktu jangka panjang melalui aktivitas penjualan barang dan/atau jasa. Contoh nyata akan manfaat etika bisnis sebagai strategy pengembangan perusahaan misalnya Company Social Responsibility dianggap dapat memberikan keuntungan pada perusahaan dalam bentuk profitabilitas, kinerja financial yang lebih kokoh, menurunkan resiko bentrok dengan lingkungan sekitar, meningkatkan reputasi perusahaan, dll.Etika bisnis bagi perusahaan ini,menyangkut kebijakan etis perusahaan berhubungan dengan kesulitan yang bisa timbul (mungkin pernahtimbul dimasa lalu), seperti konflik kepentingan, hubungan dengan pesaing dan pemasok, menerima hadiah,sumbangan dan sebagainya. Latar belakang pembuatan etika bisnis adalah sebagai cara ampuh untuk melembagakan etika dalam struktur dan kegiatan perusahaan. Bila Perusahaan memiliki etika sendiri,mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memilikinya.
Manfaat Etika Bisnis bagi Perusahaan :
1. Dapat meningkatkan kredibilitas suatu perusahaan, karena etika telah dijadikan sebagai corporate culture. Hal ini terutama penting bagi perusahaan besar yang karyawannya tidak semuanya saling mengenal satu sama lainnya. Dengan adanya etika bisnis, secara intern semua karyawan terikat dengan standard etis yang sama, sehingga akan mefigambil kebijakan/keputusan yang sama terhadap kasus sejenis yang timbul.
2. Dapat membantu menghilangkan grey area (kawasan kelabu) dibidang etika. (penerimaan komisi, penggunaan tenaga kerja anak, kewajiban perusahaan dalam melindungi lingkungan hidup).
3. Menjelaskan bagaimana perusahaan menilai tanggung jawab sosialnya.
4. Menyediakan bagi perusahaan dan dunia bisnis pada umumnya, kemungkinan untuk mengatur diri sendiri (self regulation).
5. Bagi perusahaan yang telah go publik dapat memperoleh manfaat berupa meningkatnya kepercayaan para investor. Selain itu karena adanya kenaikan harga saham, maka dapat menarik minat para investor untuk membeli saham perusahaan tersebut.
6. Dapat meningkatkan daya saing (competitive advantage) perusahaan.
7. Membangun corporate image / citra positif , serta dalam jangka panjang dapat menjaga kelangsungan hidup perusahaan (sustainable company).
Etika bisnis perusahhan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki dsaya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai yang tinggi,diperlukan suatu landasan yang kokoh.
Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, system prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang handal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen. Karena itu, tindakan perusahaan berasal dari pilihan dan tindakan individu manusia, indivdu-individulah yang harus dipandang sebagai penjaga utama kewajiban moral dan tanggung jawab moral : individu manusia bertanggung jawab atas apa yang dilakukan perusahaan karena tindakan perusahaan secara keseluruhan mengalir dari pilihan dan perilaku mereka. Jika perusahaan bertindak keliru, kekeliruan itu disebabkan oleh pilihan tindakan yang dilakukan oleh individu dalam perusahaan itu, jika perusahaan bertindak secara moral, hal itu disebabkan oleh pilihan individu dalam perusahaan bertindak secara bermoral. Etika bisnis mempunyai prinsip dalam kaitan ini berhubungan dengan berbagai upaya untuk menggabungkan berbagai nilai-nilai dasar (basic values) dalam perusahaan, agar berbagai aktivitas yang dilaksanakan dapat mencapai tujuan. Secara lebih jelas, mekanismenya berjalan sebagai berikut.“Memaksimumkan kesejahteraan si pemilik dalam jangka panjang”, berhubungan dengan dimensi waktu yang relatif panjang serta menyangkut sustainability. Hal ini membutuhkan adanya “kepercayaan” atau “saling mempercayai” (trust) dari berbagai pihak yang berhubungan dengan perusahaan (stakeholders). Kalimat “kesejahteraan pemilik” merupakan derivasi dan perwujudan dari “hak kepemilikan” (ownership) yang muncul dari adanya penghargaan (respect) terhadap “kepemilikan pribadi” (property rights).Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika bisnis akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka panjang maupun jangka menengah karena :
• Mampu mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi, baik intern perusahaan maupun dengan eksternal.
• Mampu meningkatkan motivasi pekerja.
• Melindungi prinsip kebebasan berniaga
• Mampu meningkatkan keunggulan bersaing.
Tidak bisa dipungkiri, tindakan yang tidak etis yang dilakukan oleh perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif, misalnya melalui gerakan pemboikotan, larangan beredar, larangan beroperasi dan lain sebagainya. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan.
Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika bisnis, pada umumnya termasuk perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis, misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier. Perlu dipahami, karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus semaksimal mungkin harus mempertahankan karyawannya. Untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan kedalam manajemen korporasi yakni dengan cara :
• Menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik (code of conduct)
• Memperkuat sistem pengawasan                                                                                                          

Sabtu, 09 November 2013

TUGAS 13 SOFTSKILL

Nama     : SANTI SANTINI
NPM       : 26210362
KELAS    : 4EB20

Perkembangan Terakhir dari Etika Bisnis dan Profesi 


            Etika dalam dunia bisnis diperlukan untuk menjaga hubungan baik dan fairness dalam dunia bisnis. Etika bisnis mencapai status ilmiah dan akademis dengan identitas sendiri, pertama kali timbul di amerika srikat pada tahun 1970-an
Untuk memahami perkembangan etika bisnis De George membedakannya kepada lima periode 
1. Situasi Dahulu
Pada awal sejarah filsafat, Plato, Aristoteles, dan filsuf-filsuf Yunani lain menyelidiki bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur. Pada masa ini masalah moral disekitar ekonomi dan bisnis disoroti dari sudut pandang teologi. 


2. Masa Peralihan: tahun 1960-an
pada saat ini terjadi perkembangan baru yang dapat disebut sbagai prsiapan langsung bagi timbulnya etika bisnis. Ditandai pemberontakan terhadap kuasa dan otoritas di Amerika Serikat (AS), revolusi mahasiswa (di ibukota Perancis), penolakan terhadap establishment (kemapanan).. Pada saat ini juga timbul anti konsumerisme. Hal ini memberi perhatian pada dunia pendidikan khususnya manajemen, yaitu dengan memasukan mata kuliah baru ke dalam kurikulum dengan nama busines and society and coorporate sosial responsibility, walaupun masih menggunakan pendekatan keilmuan yang beragam minus etika filosofis.


3. Etika Bisnis Lahir di AS: tahun 1970-an
terdapat dua faktor yang mendorong kelahiran etika bisnis pada tahun 1970-an yaitu:
sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis di sekitar bisnis dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang sedang meliputi dunia bisnis
terjadinya krisis moral yang dialami oleh dunia bisnis.
Pada saat ini mereka bekerja sama khususnya dengan ahli ekonomi dan manejemen dalam meneruskan tendensi etika terapan. Norman E. Bowie menyebutkan bahwa kelahiran etika bisnis ini disebabkan adanya kerjasama interdisipliner, yaitu pada konferesi perdana tentang etika bisnis yang diselanggarakan di universitas Kansas oleh philosophi Departemen bersama colledge of business pada bulan November 1974.


4. Etika Bisnis Meluas ke Eropa: tahun 1980-an
di Eropa Barat, etika bisnis sebagai ilmu baru mulai berkembang kira-kira 10 tahun kemudian. Hal ini pertama-tama ditandai dengan semakin banyaknya perguruan tinggi di Eropa Barat yang mencantumkan mata kuliah etika bisnis. Pada taun1987 didirkan pula European Ethics Nwork (EBEN) yang bertujuan menjadi forum pertemuan antara akademisi dari universitas, sekolah bisnis, para pengusaha dan wakil-wakil dari organisasi nasional dan nternasional.


5. Etika Bisnis menjadi Fenomena Global: tahun 1990-an
Etika bisnis telah hadir di Amerika Latin , ASIA, Eropa Timur dan kawasan dunia lainnya. Di Jepang yang aktif melakukan kajian etika bisnis adalah institute of moralogy pada universitas Reitaku di Kashiwa-Shi. Di india etika bisnis dipraktekan oleh manajemen center of human values yang didirikan oleh dewan direksi dari indian institute of manajemen di Kalkutta tahun 1992. Telah didirikan International Society for Business, Economics, and Ethics (ISBEE) pada 25-28 Juli 1996 di Tokyo.

Di indonesia sendiri pada beberapa perguruan tinggi terutama pada program pascasarjana telah diajarkan mata kuliah etika bisnis. Selain itu bermunculan pula organisasi-organisasi yang melakukan pengkajian khusus tentang etika bisnis misalnya lembaga studi dan pengembangan etika usaha indonesia (LSPEU Indonesia) di jakarta.